Nilai Blog triwidodo.dagdigdug.com Rp2.95 Miliar

Nilai Blog triwidodo.dagdigdug.com Rp2.95 Miliar
BETAPA terkejutnya aku ketika iseng-iseng memasukkan nama blog gratisanku http://triwidodo.dagdigdug.com pada situs http://bizinformation.org ternyata perkiraan nilainya Rp2.95 miliar. Rasa senang, tak percaya membuat aku terusik untuk mencoba memasukkan alamat blog ku. Hasilnya tetap sama Rp2.95 miliar.
Wuih… apa ada yang salah?

Saya coba memasukkan alamat web surat kabar local di daerahku yang aku nilai paling banyak dikunjungi dan sering diupdate , seperti www.tribunkaltim.co.id perkiraan nilainya Rp388.17 juta, sedangkan www.kaltimpost.co.id hasilnya masih di bawah Rp256.75 juta.
Pikiranku pun melambung kemana-mana. Seandainya memang blog triwididodo.dagdigdug.com nilainya benar-benar Rp2.95 miliar bisa jadi aku langsung jual kepada investor berminat dan uangnya untuk usaha kecil-kecilan maupun membangun jaringan portal beritaku www.gerbangkaltim.com agar berita-beritanya bisa update.
Selain itu aku ingin membeli pesawat bekas yang sudah tidak diterbangkan. Lho kok bekas? Ya itu mimpiku, karena aku ingin punya monument pesawat penumpang bekas dengan nama Gerbangkaltim Air Dot Com. Pesawat itu selain untuk dipajang, juga aku fungsikan sebagai media pendidikan bagi anak-anak agar mengenal pesawat lebih dekat. Di samping itu, aku juga bisa menjual es krim dan roti bakar dan pembelinya bisa makan sepuasnya di dalam pesawat.
Kendati begitu, aku juga merasa takut apabila blog triwidodo.dagdigdug.com itu benar-benar senilai Rp2.95 miliar. Ya takut… dikejar-kejar petugas pajak. Kalau disuruh bayar pajak dengan nilai pajak sebesar itu, tentu aku tak mampu. Bisa-bisa PC kesayanganku harus dilego untuk menutupi bayar pajak, karena dari web-web itu belum menghasilkan yang cukup.

Mudah-mudahan saja suatu saat ada informasi tentang penilaian blog ku tersebut. Yang jelas, aku senang sudah dapat berbagi info, kendati hatiku benar-benar DAG DIG DUG.
Apakah penasaran dengan perkiraan nilai dari situt web atau blog kesayangan Anda? Silakah deh coba masukkan alamatnya di:
http://bizinformation.org/id/
Selamat ber-dag-dig-dug…

Dipublikasi di kabar baru | Tag , , | Tinggalkan Komentar

Semangat Mudik Lebaran sang Ibu

Delapan kali puasa, delapan kali Lebaran tak pulang-pulang, membuat semangat mudik Lebaran “Wa Awa” yang berusia 70 tahun tak tertahankan lagi. Walau harus dengan menaiki kursi roda karena kakinya tak kuat lagi berjalan, Wa Awa pun rela berdesak-desakan di antara ribuan penumpang mudik Lebaran di Pelabuhan Semayang, Balikpapan Kalimantan Timur, pada H-8.

Pemandangan itu sempat menarik perhatianku. Desak-desakan setiap tahun di antara penumpang mudik Lebaran pada penumpang kapal sudah menjadi pemandangan umum. Mulai dari orang dewasa, anak-anak bahkan bayi membaur menjadi satu untuk naik ke atas kapal. Tujuannya agar di atas kapal dapat tempat tidur. Padahal sudah diketahui, kalau pada saat ramai begitu, bagi kelas ekonomi “biasa” pasti tak dapat tempat tidur. Mereka harus rela menempati lorong-lorong kelas, di bawah tangga, di buritan kapal, di dek-dek bahkan di depan WC kapal. Penumpang kelas ekonomi yang dapat menikmati tempat tidur, sebagian besar “membeli” dari calon di atas kapal.

Bagi yang berkocek agak tebal tentu tak masalah dengan tempat tidur, karena dengan membeli tiket kelas hal ini bisa diatasi, walau harus pesan jauh-jauh hari. Atau kalau mau berspekulasi,beli saja tiket ekonomi dan ketika sudah ada di atas, coba cari informasi ke awak buah kapal yang mau “menjual” tempat tidurnya.

Yah, begitulah permandangan dan permasalahan yang selalu dihadapi sebagian besar pemudik. Hal ini juga terjadi bagi mereka yang naik pesawat udara. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Bagi perusahaan airlines ini merupakan masa panen. Apalagi sekarang diterapkan tarif batas atas dan bawah, membuat mereka langsung memasang harga paling atas. Seperti penerbangan dari Balikpapan ke Surabaya biasanya tiket dapat dibeli di bawah harga Rp500 ribu, tetapi sekarang harganya lebih dari dua kali lipat.Belum lagi apabila tiket di konter airlines sudah habis, salah satu alternatifnya mencari di calo. Entah bagaimana calo ini mendapatkan tiket, namun dengan membayar ongkos lebih besar lagi, pasti tiket bisa kita dapatkan.

Kenapa kita mau bersusah payah berdesak-desakan, dan membayar lebih mahal? Jawabannya Cuma satu: yang penting bisa mudik! Mudik bareng yang hanya terjadi di Indonesia ini memang beragam alasan. Yang jelas, kita ingin ber-Lebaran bersama keluarga, orang tua maupun teman-teman di kampung. Itu pulalah yang membuat semangat “Wa Awa” walau kakinya tak bisa berjalan, tapi semangat mudik masih terus bekobar. Padahal perjalanan “Wa Awa” yang ditemani sang anak masih sangat jauh. Dari Balikpapan menumpang kapal Pelni ke Makassar terus ke Bau-bau, dan melanjutkan lagi dengan kapal lain ke Ambon. Sebab, ibu asal Buton ini tujuan akhirnya adalah di Tual, yang diperkirakan ditempuh selama 4 hari.

Semangat mudik Sang Ibu itulah yang membuat aku juga ikut-ikutan mudik. Walau sebenarnya tahun ini aku tidak merencanakan mudik, namun akhirnya aku bersama istri dan kedua anakku menempuh perjalanan dari Balikpapan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan menaiki bus. Di kota Banjarmasin inilah, tempat tinggal Mertua bersama tiga putrinya. Paling tidak kedatangan kami sekeluarga bisa mengobati kerinduan Ibu mertua, walau sebenarnya semangat mudik bagiku yang tak tertahankan lagi adalah ke kota kelahiranku Malang Jawa Timur.

Sudah sekian tahun, aku tak pulang kampung di saat Lebaran. Kerinduanku biasanya aku obati dengan menelepon Ibuku dan adik-adikku, atau aku sampaikan lewat doa-doaku usai shalat.

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Banjarmasin, 18 September2009.

Dipublikasi di kabar baru | Tag , , , | 1 Komentar

Senyuman Tulus Anakku pada ”Tri Widodo Blog”

Tempo hari aku mencoba memanfaatkan fasilitas mengubah header pada blog http://triwidodo.dagdigdug.com ini. Aku pikir template blog ini tidak bisa diubah header-nya, eh… ketika aku buka menu gambar tajuk pada halaman dasbor, ternyata disediakan fasilitas itu.
Berbekal sedikit pengalaman memakai program adobe photoshop, maka aku pun mulai mengcopy header asli. Aku lihat ukuran asli foto pada gambar tajuk atau yang dikenal header bawaan template blog ini, yaitu yang bergambar ombak laut. Ukuran ternyata 900 pixel lebar dan tinggi 180 pixel. Tampaknya yang jadi pegangan hanya lebarnya yang harus 900 pixel, kalau lebarnya ya menyesuaikan saja.
Baru setelah itu, aku bingung mencari foto apa yang bisa aku modifikasi untuk mengganti header. Pertama aku bongkar-bongkar folder dokumen foto lama, dan terus ke foto-foto simpanan yang agak baru. Cukup bingung sih menentukannya. Sempat aku akan membatalkan niat mengganti header, karena sebenarnya gambar pada header asli sudah mewakili kesenanganku pada ombak. Tapi setelah beberapa foto pilihan aku sisihkan, jatuhlah pada foto pemandangan pandai dengan latar belakang gambar laut di Pantai Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) kawasan Jl Jenderal Sudirman, Balikpapan.
baground1
Setelah aku potong dan cropping sesuai kebutuhan, aku coba upload ke blog. Ternyata berhasil dan gambar header asli sudah berganti dengan yang baru. Senang hatiku, tetapi aku merasa belum puas, aku ingin mencantumkan tulisan: Selamat Datang Tri Widodo Blog. Sebab, kalau tulisan itu aku pasang begitu saja, maka tulisan itu seperti menggantung di atas air laut. Karena itu, aku coba cari foto lain lagi yang intinnya bisa untuk menaruh tulisan tersebut.
Akhirnya ketemu juga foto yang aku cari. Pilihanku jatuh pada foto papan selamat datang di Stadion Utama Kaltim, yang merupakan stadion termegah di Kaltim yang menjadi tempat berlangsungnya PON XIIV beberapa waktu lalu. Foto ini aku ambil ketika pulang dalam perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan, dan waktu itu masih dalam tahap pembangunan akhir guna mempersiapkan pesta olahraga se-Indonesia.
gambar-2
Proses modifikasi dan cropping aku lakukan pada foto tersebut, sehingga menghasilkan dua gambar. Pertama gambar latar belakang dengan jalan utama, dan foto kedua khusus papan nama yang aku beri tulisan: Selamat Datang di Tri Widodo Blog.
Proses selanjutnya adalah penggabungan kedua foto tadi plus dengan foto latar belakang laut yang aku olah pertama. Setelah aku satukan jadi satu file, Oi… senang deh rasanya, melihat perubahan terakhir pada header blog ku. Cuma rasanya kok ada yang kurang….rasanya harus ada sentuhan lagi, atau foto satu lagi yang harus ikut ngongol di dalam header ini. Tadinya aku ingin memasang fotoku, Cuma karena aku cari-cari yang pas tidak ketemu, dan memang koleksi foto diri sendiri sangat minim, akhirnya ketemu juga foto yang harus aku tambahkan. gambar-3
Pilihanku tidak lain adalah foto anakku yang terakhir bernama Siti Rahma. Foto Rahma -begitu panggilan putriku yang pada 3 September lalu berusia 3 tahun–, sangat menarik perhatianku karena sedang berekspresi dengan senyumannya. Ya senyumannya sangat tulus, yang ketika aku ambil sedang bermain dengan Sidik (Muhammad Assyidik) kakaknya di halaman Monpera.
Seperti proses sebelumnya, foto aku edit dan cropping dan langsung aku temple ke gabungan tiga foto sebelumnya. Dan hasilnya, seperti tampak pada header blog ku yang sekarang, yakni gambar jalan berlatar belakang laut dengan senyuman tulus anakku. ***

Dipublikasi di kabar baru | 4 Komentar

Sejuta Harapan untuk Wakil Rakyat yang dipilih Rakyat

Empat puluh empat calon legislative yang dipilih langsung oleh warga di Balikpapan, pada Selasa (25/8/2009) pagi resmi dilantik menjadi anggota DPRD Kota Balikpapan. Sebenarnya ada 45 orang yang harus dilantik, namun ada satu orang yang absen karena kesandung masalah dugaan  ijazah aspal , yang sudah ditangani Polda Kaltim.

Aku sempat melihat wajah-wajah wakil rakyat yang sumringah datang ke kantor Walikota Balikpapan tempat dilakukan pelantikan yang dipusatkan di Aula, lantai II. Sayang aku gak sempat melihat prosesi pelantikan, karena lebih tertarik loncat pagar untuk melihat aksi demo yang dilakukan sekelompok mahasiswa Balikpapan dengan benderanya GMNI.

Dalam hati aku sempat bertanya, lho hasil pilihan rakyat langsung kok di demo? Apalagi yang dituntut?

Disisi lain, aku sempat memperhatikan ratusan kursi undangan yang berada di halaman kantor Walikota Balikpapan tampak kosong. Padahal, kursi-kursi ini diperuntukkan undangan dan masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi pelantikan, yang diperkirakan membludak. Ada 3000 undangan yang disebar, begitu yang aku baca di Koran.

Yah, saat itu aku tersadar kembali, inilah wakil-wakil rakyat yang bakal menduduki kursi DPRD Balikpapan selama 5 tahun ke depan akan sangat menentukan kebijakan-kebijakan maju mundurnya kota ini. Sebagian besar memang wajah-wajah baru dan muda-muda yang diharapkan lebih produktif menghasilkan pemikiran cemerlang.

“Pakai jas baru ya pak?” Begitu komentar seorang temanku kepada salah satu anggota dewan wajah baru dan muda. “Oh… ngak… karena jas pembagian kemarin kekecilan,” jawabnya. Temanku terus menimpali: O,, itu tandanya anggota dewan ke depan harus lebih “ramping” lagi. Dan anggota dewan juga kami pun tertawa.

Terlepas apakah sewaktu kampanye caleg mereka benar-benar menjual program-program dan visi misinya, atau justru menggelontorkan uang untuk meraih suara? Yang pasti mereka sudah resmi menjadi anggota DPRD, wakil rakyat kita.

Apakah setelah duduk di kursi, wakil rakyat ini bisa membawa aspirasi rakyat atau justru jauh dari rakyat? Aku hanya bisa berdoa dalam hati agar mereka selalu ditunjukkan jalan oleh Allah SWT. Jalan yang lurus dan benar lagi baik. Amin.

Dipublikasi di kabar baru | Tag , , | 4 Komentar

Hobi Keduaku Naik Sepeda

Hobi kedua adalah naik sepeda. Ini sudah aku lakukan sejak masih sekolah dasar. Waktu itu orangtuaku hanya memiliki satu sepeda “jengky”. Selain untuk bersepeda jalan-jalan santai, sepeda ini juga difungsikan untuk mengangkut minyak tanah yang dijual kepada warung-warung di kampung ku Tanjung Gang I hingga Gang III, Malang Jawa Timur.

Bersepeda terus berlanjut hingga masuk SMP. Kalau sebelumnya hanya seputar kota Malang, meningkat menjadi antar kota di sekitar kota Malang, seperti Kepanjen, Karang Kates, Dampit dan Pasuruan. Karena jauh, biasanya aku lakukan pada hari Minggu pagi dan pulang sore harinya.

Hobi bersepeda juga masih aku lakukan ketika SMA, bahkan ke sekolah aku juga naik sepeda. Memang ada rasa minder waktu itu, karena teman-temanku yang separuh dari warga keturunan lebih banyak naik sepeda motor.  Tapi apaboleh buat, daripada jalan kaki dan kadang menjadi penumpang gelap pada bus antar kota, maka naik sepeda ke sekolah terus aku lakoni hingga pertengahan kelas III.

Kegiatan bersepeda ke sekolah baru aku hentikan setelah sepedaku ditabrak sepeda motor ketika akan berbelok memasuki gerbang sekolah. Rodanya penyok, dan as depan patah.

Ketika aku “transmigrasi” ke Kalimantan, tepatnya ke Balikpapan, hobi bersepeda masih aku jalani. Aku dan anakku sering ikut sepeda gembira, garapan sebuah media massa lokal. Hadiah memang bukan tujuan ikut, yang penting gembira bisa ramai-ramai bersepeda ria, dan juga  sehat.

Dipublikasi di kabar baru | 3 Komentar

Ber-Dagdigdug dari Blog

Hari ini  hatiku dibuat dagdigdug. Sebab, ini merupakan pertama kali aku buat blog pribadi.  Sebab, sejak dulu aku sebenarnya sudah belajar buat blog namun untuk mempraktekkan pada diri sendiri, ya baru kali ini.

Banyak pertimbangan sebelum aku membuat membuat blog pribadi. Sejak dulu aku paling pemalu di antara keluargaku, dan karena itu aku harus berpikir panjang untuk membeberkan identitasku di dunia maya ini.

Perimbangan yang kedua, itu kasus Mbak Prita yang sempat gempar dan menghiasi media cetak maupun elektronik, sehingga aku ragu untuk meneruskan membuat blog pribadi.

Tetapi di sisi lain, ternyata dari blog juga banyak manfaatnya, seperti yang dikatakan oleh teman-teman melalui email, maupun senior-senior-ku.  Apalagi, katanya juga bisa mendapatkan uang….

Yang jelas aku sudah merasakan banyak manfaat dari blog di dunia maya, mulai dari mencari jawaban-jawaban yang dicari melalui mesin pencari google. Yang sangat berkesan lagi, setelah 10 tahun lebih gak ketemu keponakan, ternyata aku cari-cari dari blog, ternyata bisa melihat profil dan kabar keponakan yang sedang bekerja di Bandung. Lebih canggih lagi, dari blog itu, aku langsung bisa kontak melalui YM.

Artinya, secara gak langsung aku sudah dapat uang, karena bisa kontak langsung tanpa harus keluar biaya telepon, tiket pesawat Balikpapan-Bandung, dan seterusnya.

Ya, semoga saja dengan memulai buat blog pribadi ini, akan menambah manfaat yang baik baik pengunjung, atau paling tidak berguna bagi diri sendiri.

Selamat berdagdigdug, mudah-mudahan kebaikkan selalu bersama kita semua.

Salam

Tri Widodo

Dipublikasi di kabar baru | 1 Komentar